MON - FRI: 08:00 - 05:00 PM

Wempy’s Split Level House - Bantul, Yogyakarta

Wempy’s Split Level House - Bantul, Yogyakarta

Klien kami kali ini bernama Bapak Wempy. Beliau berasal dari Maluku, namun kini sudah menetap di Yogyakarta. Ayah 2 anak ini memiliki lahan kavling berbentuk kantong di salah satu pemukiman pesantren di daerah Wirokerten, Bantul. Akses ke lahan tersebut berupa gang selebar 3m dengan panjang 12m dari jalan utama. Kondisi lahan mengantong tersebut menjadi tantangan untuk sirkulasi kendaraan yang masuk ke area rumah.

Bapak Wempy menginginkan rumah 2 lantai dengan sistem split level. Hal tersebut bertujuan untuk membagi ketinggian rumah asli agar tidak telalu lelah menaiki tangga ke lantai 2. Sehingga area bordesk dapat sekalian di ekstend menjadi ruang baru yang fungsional. Kami membuat 4 elevasi lantai yang berbeda dalam rancangan rumah Bapak Wempy ini. Elevasi terendah adalah carport yang turun sekitar 40cm dari permukaan halaman depan, kemudian naik 60cm ke ruang utama lantai 1. Kamar utama diletakkan di lantai 1,5 agar mudah pencapaian dari bawah maupun menuju lantai atas. Di lantai ini juga terdapat ruang cuci jemur yang dicover dengan roster agar tidak terlihat dari luar. Sedangakan lantai 2 berisi 2 kamar tidur anak dengan 1 kamar mandi bersama.

Yang cukup menarik dari desain ini adalah posisi lahan yang berada di kompleks pesantren. Bagi sebagian besar penduduk menjaga “aurat” menjadi perhatian yang sangat penting. Dalam arsitektur, hal ini berarti privasi harus disesuaikan dengan bukaan pada bangunan. Bagaimana agar tetap terdapat bukaan yang cukup untuk cahaya dan udara, namun privasi tetap terjaga agar tidak terkesan transparan dari luar. Hal ini kami atasi dengan membuat bukaan yang cukup besar pada fasad bangunan, yang di cover dengan secondary skin. Dengan kisi-kisi yang rapat akan membuat bukaan tersebut menjadi tersamarkan. Selain itu kisi-kisi tersebut dapat berfungsi sebagai pemberi bayang pada bangunan untuk mereduksi panas matahari sore pada fasad depan.

Walaupun desain ini dibuat dengan sistem split level, namun konstruksi bangunan dibuat sederhana agar pembangunannya tetap efesien untuk dikerjakan.