MON - FRI: 08:00 - 05:00 PM

Ruko - Bapak Viktor, Flores NTT

Ruko - Bapak Viktor, Flores NTT

Belakangan ini pembangunan di beberapa wilayah yang menjadi tujuan wisata berkembang dengan sangat pesat. Salah satunya adalah Flores, Nusa Tenggara Timur. Klien Kami, bapak Viktor memiliki lahan dengan lebar 15m dan panjang yang lebih dari 60m. 

Pada perancangan kali ini beliau meminta jasa kami untuk mengolah lahan tersebut menjadi Toko sebagai tempat mengembangkan usaha serta rumah tinggal di sisi belakang. Kami menggunakan 33m dari total panjang lahan, yang sisanya direncanakan sebagai area mess dan parkir beberapa mobil truck milik Bapak Viktor.

Kami memulai dengan membuat gubahan zonasi kebutuhan ruang. Area Toko yang sifatnya lebih publik kami letakkan di sisi depan, dan rumah tinggal yang lebih privat kami plotting di area belakang, dengan lebar bangunan 9m sehingga masih ada cukup space untuk akses kendaraan ke belakang. 

Kedua massa bangunan berada lebih tinggi 1m dari permukaan lahan. Tujuannya adalah selain agar lebih aman dari kondisi cuaca (misalnya:banjir) juga dapat memperjelas eksistensi bangunan.

Toko dibuat dengan satu entrance besar di sisi tengah dinding depan, dengan satu pintu belakang yang juga dapat di akses dari teras rumah. Area transisi antara toko dan rumah dimanfaatkan sebagai teras. 

Pada bagian rumah tinggal, Bapak Viktor menginginkan layout modular yang berada dalam satu grid yang jelas. Hal tersebut membuat penggunaan struktur yang lebih efisien. Terdapat 2 Kamar tidur, dengan 2 kamar mandi dan 1 walk in closet, ruang tamu, ruang keluarga, pantri, ruang makan, laundry, serta dapur kotor yang dibuat terpisah dari gubahan massa utama. Area dapur tersebut dibuat terpisah agar dapat diakses oleh para karyawan yang tinggal di mess (rencana dibangun belakangan).

Bagian yang cukup menarik dan menjadi tantangan bagi kami dalam mendesain rumah dan toko Bapak Viktor adalah pada bukaan bangunan. Beliau termasuk orang dengan privasi yang cukup tinggi, sehingga sangat mementingkan keamanan bangunan. Selain itu klien kami ini menyampaikan bahwa lokasi beliau termasuk sebagai daerah yang rawan. Dengan demikian bukaan pada bangunan sebisa mungkin justru diminimalisir, begitu juga dengan penggunaan material kaca. 

Kami mengatasi hal tersebut dengan membuat bukaan pada titik-titik yang krusial, misalnya ruang utama, serta kamar tidur yang tentunya membutuhkan sirkulasi udara serta pencahayaan alami yang baik. Sisi dinding bangunan yang flat tanpa bukaan kami eksplore dengan menggunakan tali air dengan garis-garis horizontal dan vertikal, serta penggunaan batu alam dan bata ekspos sebagai aksen pada beberapa sisinya.