MON - FRI: 08:00 - 05:00 PM

Macam-macam perhitungan fee desain arsitektur - Jasa Desain Arsitek Jogja

Diposkan: 13 Sep 2019 Dibaca: 1315 kali


Source: http://architectureideas.info/wp-content/uploads/2008/08/architects-fees.jpg

Saat ini perkembangan pembangunan di Indonesia berkembang dengan pesat hal ini tentunya tidak lepas dari peran arsitek sebagai orang di balik layar pembangunan yang didirikan. Sebagai seorang profesional tentunya arsitek memiliki tarif desain sendiri. Secara umum banyak arsitek yang menetapkan harga desain permeter persegi, harganya dimulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah hal ini tergantung dari skill dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang arsitek, semakin berpengalaman maka semakin mahal juga tarif desainnya. Namun ada pula arsitek yang memberikan perhitungan fee berdasarkan persentase dari rancangan anggaran biaya (RAB) total bangunan.

Kami sendiri memberikan tarif kepada klien kami dengan hitungan permeter, hitungan biaya permeter ini memberikan keuntungan bagi klien karena harga yang tertera sudah jelas dan klien bisa mengestimasikan berapa biaya desain sejak awal kontrak dengan arsitek.

Source: koleksi pribadi

Jika mengacu pada hitungan permeter seperti yang kami terapkan maka harga yang tertera akan sesuai dengan produk yang nantinya diberikan pada klien sehingga setiap tahap pengerjaan dan pembayarannya pun tertera dengan jelas sesuai dengan perjanjian awal.

Namun, beberapa arsitek lain ada yang memberikan perhitungan berdasarkan persenan dari rancangan anggaran biaya (RAB) total bangunan, persenan ini juga didasarkan dari kelas/kategori bangunan yang didesain. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel berikut:

Source: IAI Jakarta

Terlihat didalam tabel terdapat klasifikasi biaya dimulai dari yang terendah kurang dari 200 juta hingga yang tertinggi lebih dari 500 M. Terdapat pula kategori bangunan yakni kategori bangunan khusus, bangunan sosial, bangunan kategori 1, bangunan kategori 2, dan bangunan ketegori 3. Berikut ini penjelasan kategori bangunan yang dimaksud didalam tabel:

  1. Bangunan khusus

Bangunan khusus yang dimaksud adalah bangunan yang dimiliki, digunakan serta dibiayai penuh oleh pemerintah sesuai dengan yang tercantum dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara (Peraturan Menteri PUPR).

  1. Bangunan Sosial

Bangunan sosial adalah bangunan yang tidak bersifat komersial (nonkomersial) dalam hal ini bangunan yang termasuk seperi rumah ibadah; masjid, gereja, dan tempat peribadatan lainnya, termasuk pula rumah penampungan yatim piatu dan bangunan pelayanan masyarakat dengan luas bangunan maksimum 250 m2.

  1. Bangunan Kategori 1

Bangunan kategori 1 adalah bangunan yang memiliki karakter sederhana, kompleksitas dan tingkat kesulitan yang rendah.

  1. Tipe Hunian: asrama, hostel
  2. Tipe Industri: bengkel, gudang
  3. Tipe Komersial: bangunan-bangunan tidak bertingkat, tempat parkir
  1. Bangunan Kategori 2

Bangunan kategori 2 adalah bangunan yang memiliki karakter, kompleksitas, dan tingkat kesulitan rata-rata.

  1. Tipe Hunian: apartemen, kondominium, kompleks perumahan
  2. Tipe Industri: gardu pembangkit listrik, gudang pendingin dan pabrik
  3. Tipe Komersial: bangunan parkir bertingkat, kafetaria, restoran, perkantora, ruko, pasar
  4. Tipe Komunitas: auditorium, bioskop, ruang pameran, ruang konferensi, ruang serbaguna, ruang pertemuan, perpustakaan, penjara dan pelayanan umum
  5. Tipe Pelayanan Medis: klinik, spesialis, klinik umum dan rumah jompo
  6. Tipe  Pendidikan: sekolah, tempat perawatan
  7. Tipe Rekreasi: gedung olahraga, gimnasium, kolam renang, stadion, taman umum
  1. Bangunan Kategori 3

Bangunan kategori 3 adalah bangunan yang memiliki karakter khusus, kompleksitas dan tingkat kesulitan yang tinggi.

  1. Tipe Hunian: rumah tinggal privat
  2. Tipe Komersial: bandara, hotel
  3. Tipe Komunitas: galeri, ruang konser, museum, monumen, istana
  4. Tipe Pelayanan Medis: rumah sakit, sanatorium
  5. Tipe Pendidikan: laboratorium, kampus, pusat penelitian dan riset
  6. Tipe Peribadatan: tempat ibadah dengan luas lebih dari 250 m2
  7. Tipe Lainnya: kantor kedutaan, kantor lembaga tinggi negara, pemugaran, renovasi dan bangunan dengan dekorasi khusus

Tentunya sistem penghitungan persentase ini menguntungkan bagi klien kara klien menerima produk jadi dan melakukan pembayaran di akhir pengerjaan ketika sudah diketahui totalan biayanya (dari RAB). Kelemahan sistem penghitungan ini adalah kemungkinan adanya pembengkakan biaya, hal ini disebabkan tidak adanya total biaya yang fix di awal pengerjaan.

Nah sekarang tergantung pilihan anda untuk memilih arsitek dengan perhitungan permeter persegi atau hitungan persenan, sesuaikan dengan kebutuhan anda dan jangan lupa untuk mengecek track record arsitek anda ya!

 

Sumber:

https://iai-jakarta.org/informasi/honorarium-arsitek


Tags

Artikel Terkait

Mengapa harus menggunakan jasa arsitek? - Jasa Desain Arsitek Jogja

Mengapa harus menggunakan jasa arsitek? - Jasa Desain Arsitek Jogja

Beberapa waktu yang lalu penulis sempat melihat polling di salah satu akun instagram konsultan keuangan yang membahas mengenai “pilih bangun rumah senyairi (tukang) atau menggunakan jasa arsitek” dan ternyata hasilnya imbang 50-50. Ada berbagai macam perbedaan pendapat netizen mengenai membangu [...]

Diposkan: 11 Sep 2019 Dibaca: 614 kali

Rumah Tumbuh: Solusi untuk anda yang memiliki budget terbatas! - Jasa Desain Arsitek Jogja

Rumah Tumbuh: Solusi untuk anda yang memiliki budget terbatas! - Jasa Desain Arsitek Jogja

Pernahkah anda mendengar istilah rumah tumbuh? Istilah ini mungkin masih terdengar asing di beberapa kalangan. Rumah tumbuh ialah hunian yang dibangun secara bertahap, biasanya tahap pertama yang dilakukan adalah membangun rumah induk terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan membangun ruangan tambah [...]

Diposkan: 06 Sep 2019 Dibaca: 1043 kali

Sekilas Filosofi Rumah Panggung - Jasa Desain Arsitek Jogja

Sekilas Filosofi Rumah Panggung - Jasa Desain Arsitek Jogja

Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai arsitektur rumah jawa, kali ini kami akan kembali membahas tentang arsitektur tradisional indonesia, yakni rumah panggung. Tentunya anda sudah tidak asing lagi bukan dengan rumah panggung? Rumah panggung adalah rumah yang dibangun diatas permukaan tanah [...]

Diposkan: 24 Aug 2019 Dibaca: 3035 kali

Seputar Interior Kamar Tidur - Jasa Desain Arsitek Jogja

Seputar Interior Kamar Tidur - Jasa Desain Arsitek Jogja

Setelah seharian beraktivitas diluar rumah kita perlu istirahat sejenak dari hingar bingar kehidupan diluar rumah, sebagai tempat untuk beristirahat kamar tidur merupakan ruang yang krusial dan perlu diperhatikan penampilannya yakni interiornya. Walaupun fungsi kamar tidur hanya sebagai tempat untuk [...]

Diposkan: 15 Aug 2019 Dibaca: 853 kali

Tipe-Tipe Kamar Mandi - Jasa Desain Arsitek Jogja

Tipe-Tipe Kamar Mandi - Jasa Desain Arsitek Jogja

Ruang yang memiliki peran penting di sebuah rumah adalah kamar mandi, kamar mandi berfungsi sebagi tempat untuk membersihkan tubuh, buang air besar maupun buang air kecil. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, fungsi dari kamar mandi sendiri semakin luas, saat ini banyak sekali kamar mandi yang [...]

Diposkan: 24 Apr 2019 Dibaca: 1076 kali

Tips Memilih Jasa Konsultan Arsitek - Jasa Desain Arsitek Jogja

Tips Memilih Jasa Konsultan Arsitek - Jasa Desain Arsitek Jogja

Rumah merupakan bangunan tempat tinggal yang memiliki fungsi penting bagi keluarga. Rumah menjadi tempat berlindung dan beristriahat setelah seharian beraktivitas diluar rumah. Rumah memiliki fungsi yang sangat penting bagi suatu keluarga, didalam rumah terjadi interaksi intim antar anggota keluarga [...]

Diposkan: 15 Feb 2019 Dibaca: 1056 kali

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: