MON - FRI: 08:00 - 05:00 PM

Omah Kebon Donokerto - Sleman, Yogyakarta

Omah Kebon Donokerto - Sleman, Yogyakarta

Pak Heru, klien kami kali ini berasal dari Jakarta. Beliau beliau beserta keluarga sering berkunjung ke Yogyakarta, baik urusan dinas, maupun keperluan keluarga. Jenuh dengan suasana ibukota yang padat dan menyesakkan, mereka berkeinginan untuk membangun rumah tinggal yang tenang dan asri di site beliau yang berada di kaki gunung Merapi, Yogyakarta. Ide awalnya adalah rumah yang punya halaman luas dan akan ditanami banyak pohon buah-buahan, serta banyak area berkumpul yang dapat digunakan saat tamu maupun keluarga datang berkunjung. Oleh karenanya kemudian dicetuskan nama “Omah Kebon”.

Yang unik dari kasus kali ini adalah kami harus dapat mewadahi 3 keinginan yang berbeda dari masing-masing pengguna. Anak Beliau, Mas Alfan menginginkan bangunan yang modern dengan banyak material seperti kaca dan bahan metal. Dia juga ingin area privat nya sendiri di lantai 2 yang memiliki view ke belakang dengan selasar luas untuk hobinya memelihara burung. Agak berbeda dengan anak sulungnya, Ibu Heru lebih suka elemen yang natural, seperti kayu, batu di ekspose, serta raw-furniture. Sedangkan Pak Heru sendiri menginginkan ruang-ruang yang besar tanpa sekat, serta efesiensi biaya.

Site berbentuk asimetris seluas 850m2 menghadap ke utara. Area depan dibuat ruang terbuka besar sebagai area tanaman, serta parkir kendaraan. Bangunan utama diplotting Sekitar 7m dari gerbang masuk utama. Tidak rapat dengan batas lahan samping, maupun belakang. Bangunan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama tedapat 2 kamar tidur dengan 1 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, ruang makan, serta ruang serbaguna yang cukup besar. Di sisi samping bangunan dibuat selasar semi terbuka guna perluasan ruang komunal yang dibatasi pintu kaca lipat dengan ruang dalam. Terdapat juga meja kayu besar serta pantry untuk mendukung fungsi ruang tersebut. Kamar mandi / wc juga ditambahkan 1 unit di area sudut belakang pantry. Ruang ART berada di sisi belakang karena didekatkan dengan zona servis. Terdapat kolam kecil yang merupakan transisi dari parit eksisting yang airnya sangat jernih langsung dari lereng pegungan. Area tersebut kemudian diolah sebagai area refreshing serta dapat membantu mendinginkan termal di dalam ruang.

Kamar utama dikonsep dengan minim furniture, agar kesan lebih lega dan lapang.Berukuran 5x5m dengan kingsize-bed. Terdapat lemari geser yang dibuat seperti sistem “tanam”, sehingga akan terlihat rata dengan dinding kamar. Bukaan juga dibuat dengan kaca agar cahaya alami dapat masuk kedalam ruangan.

Kamar Mandi utama ini didesain dengan cukup menarik. Ibu Heru menginginkan kamarmandi yang semi terbuka. Setelah penataan ruang dilakukan, kemudian ditemukan bentuk letter-T, sehingga akan ada pembagian area kering dan basah. Kamar mandi ini juga dilengkapi dengan taman-taman kecil di sampingnya.

Area komunal seperti ruang tamu, ruang serbaguna , dapur, serta ruang makan, dibuat dalam satu zona tanpa sekat. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah ruang gerak. Furniture yang digunakan cenderung mengikuti selera Ibu Heru, yaitu raw-material.

Ruang Keluarga dibuat cukup luas bersebelahan dengan ruang tamu, namun di sekat dengan dinding pembatas agar lebih terjaga privasinya. Area ini bersampingan pula dengan tangga, sehingga area bawah tangga tersebut juga dimanfaatkan sebagai tv-cabinet, serta rak-rak buku.

Area lantai 2 dibuat dengan gubahan yang serupa dengan lantai 1, namun terdapat void yang berada di atas ruang tamu dan ruang keluarga. Hal ini bertujuan untuk memperlancar penghawaan di dalam ruang. Terdapat 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi/wc yang dibuat sejajar dengan lantai 1 agar struktur serta utilitasnya menjadi lebih efisien. Terdapat juga ruang santai dan mushallah di area ruang tengah lantai 2. Ruang kerja Mas Alfan diletakkan di sudut tenggara bangunan. Posisi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan beliau yang ingin punya view ke arah taman belakang. Lantai 2 juga dilengkapi dengan balkon yang menempel pada sisi timur hingga selatan bangunan.