MON - FRI: 08:00 - 05:00 PM

Gereja Protestan - Bapak Krido - Bojonegoro

Gereja Protestan - Bapak Krido - Bojonegoro

Bapak Krido Handoyo adalah salah satu klien kami yang berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur. Beliau menghubungi kami untuk membantu mendesainkan sebuah tempat ibadah Gereja 1 lantai. Beliau ternyata mewakili majelis Gereja di daerahnya yang ingin menggunakan jasa Studio Rancang Reka Ruang dalam mendesain sebuah sebuah tempat ibadah Gereja yang megah dan berkonsep klasik.

Lebar bangunan terluar adalah 14 m dengan total panjang bangunan 29 m . Luas lahannya adalah 15 m x 50 m. Kebutuhan bangunan Gereja ini yaitu ruang ibadah utama, ruang pengurus gereja, 2 toilet, ruang menyusui dan ruang operator. Luas ruang ibadah utama berukuran 205 m2. Ruang pengurus gereja berukuran 3 m x 4 m. Toilet masing-masing berukuran 2 m x 2 m. Ruang menyusui dan ruang operator masing-masing berukuran 2 m x 2 m. Selanjutnya, untuk ruang-ruangan yang kami tambahakan adalah teras, selasar, area parkir dan area hijau di belakang dan depan bangunan. Area hijau berfungsi sebagai area penyerapan air dan penghawaan alami agar bangunan terasa sejuk.

Fasade bangunan Gereja ini memiliki konsep klasik, namun tanpa banyak ornamen yang ditambahkan. Didesain dengan bentuk yang simpel dan megah, dan hanya menggunakan satu tone warna yang mendominasi seluruh bangunan. Bangunan Gereja ini memiliki menara lonceng yang menyatu dengan bangunan utama. Menara lonceng terlihat megah berukuran besar dan tinggi untuk menampung sebuah lonceng yang cukup besar, yang didesain dengan ornamen-ornamen kanopi untuk menguatkan konsep klasiknya. Desain atap menara ini, memiliki 4 "anakan" atap.

Desain pintu dan jendela, dibuat dengan bentuk yang megah namun sederhana. Desain pintu utama di tiga sisi bangunan memiliki ukuran bukaan yang lebar dengan perpaduan bentuk lengkung dan persegi. Desain jendela terlihat menyerupai bentuk pintu dengan ukuran yang beragam dari kecil,sedang, dan sangat besar hal ini untuk memaksimalkan cahaya yang masuk dan penguat dari konsep klasik itu sendiri. Tampak belakang didesain dengan perpaduan bentuk simpel, dan sedikit ornamen dari roster untuk masuknya udara. Di sekeliling bangunan terdapat sebuah area hijau yang dimanfaatkan sebagai area peresapan, dan sebagai area pergantian aliran udara pada bangunan.

Bentuk atapnya yaitu atap limasan yang memiliki axis berbeda sehingga menyerupai salib dengan penutup genteng metal pasir yang lebih sejuk dan tidak bising saat hujan. Atap dibuat tinggi dengan kemiringan yang cukup untuk memperlihatkan kesan megah pada bangunan.