MON - FRI: 08:00 - 05:00 PM

Cluster Sanata Residence - Bapak Budi - Tangerang

Cluster Sanata Residence - Bapak Budi - Tangerang

Memiliki lahan yang cukup luas yakni sekitar 3600 m2 di salah satu daerah Jakarta Barat, selalu menjadi potensi untuk pengembangan perumahan. Klien kami, Bapak Budi memanfatkaan peluang tersebut dengan membuat Shanata Residence bersama beberapa rekannya. Saat berdiskusi di tahap awal, beliau telah memiliki gambar rancangan komplek perumahan tersebut. Namun cukup banyak hal yang perlu dirubah dari desain yang sudah ada. Beliau mempercayakan tim kami, Rancang Reka Ruang, untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Terdapat 2 tipe hunian yang rencana akan di bangun. Tipe pertama adalah tipikal unit tengah yang kemudian kami sebut tipe Sapphire, dan tipe kedua dengan posisi di tanah hook yang kami beri nama tipe Ruby. Setiap unit menyediakan 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, ruang keluarga, laundry dan jemur, serta carport. Tipe Sapphire berdiri di atas lahan 6 x 8,5m dengan luas total bangunan 60m2. Sedangkan tipe Ruby memiliki ukuran lahan 9 x 8,5m dengan luas bangunan 75m2.

Dikarenakan posisinya yang berada di tanah hook, tipe Ruby memiliki  sisi fasad yang kami desain dengan menarik. Sisi depan, serta sisi samping yang terintegrasi dengan lahan yang kami jadikan taman karena termasuk dalam garis sempadan jalan. Pada penataan ruang setiap unit hunian, yang menjadi fokus utama kami adalah peletakan serta dimensi kamar tidur agar memperoleh kenyamanan gerak, akses serta sirkulasi yang baik. 

Hal tersebut kami lakukan mengingat fungsi rumah yang umumnya dihuni masyarakat kota lebih cenderung di gunakan sebagai sarana beristirahat. Sehingga memang perlu diperhatikan khusus dalam proses desain. Selain itu kebutuhan akan penggunaan cahaya alami dan sirkulasi udara yang optimal kami wujudkan dengan memberi bukaan pada bangunan di posisi yang tepat, serta dapat menjadi sentuhan yang sesuai dengan eksterior bangunan.

Kesan hangat menjadi suasana yang ingin ditimbulkan pada fasad Shanata Residence. Kami menggunakan dominasi elemen kayu (sintetis : conwood) sebagai pilihannya, serta cream sebagai warna dasar bangunan. Penggunan jenis atap limasan dengan penutup genteng adalah opsi yang cukup bijak untuk merespon keadaan iklim tropis di negara kita.

Shanata Residence menerapkan sistem cluster (oneway gate), yang membuat area masuk dan keluar hanya melalui satu gerbang saja. Dengan demikian aspek keamanan akan lebih mudah di kontrol. Selain itu model ini juga tidak menggunakan pagar yang menimbulkan kesan pembatasan yang terlalu masif baik antar unit maupun unit ke jalan perumahan. Penggunaan taman sebagai area transisi menjadi opsi yang lebih sesuai. Jasa desain kami juga mencakup Gerbang Utama yang menjadi salah satu point of interest pada Shanata Residence. Terdapat aksen natural kayu yang juga selaras dengan unit-unit hunian di dalamnya, serta didesain dengan bentuk yang elegan.